Skip to main content

pelajaran drama kelas BIPA bahasa Indonesia-Inggris-Toraja

IN ENGLISH
A         : Excuse me sir, can you help me?
B         : Yes, of course .what can I do for you?
A         : Can you tell me about the bori stone?
B         : This place is beautiful and it has long stone. Every year, we celebrate the ceremony
            of our culture.   
A         : That’s sound interesting. What time the ceremony you do?
B         : It happened in December.
A         : How long this stone?
B         : It has about 10-15 meter.
A         : Where did you know it?
B         : it is measure by the society.
A         : Oh, I see. Thank you for your information about it.
B         : You are welcome.
 
DALAM BAHASA INDONESIA
A         : Permisi, tuan. Bisakah anda membantu Saya?
B         : Ya, tentu saja. Apa yang bisa Saya lakukan untuk anda?
A         : Bisakah anda menjelaskan tentang batu bori ini?
B         : Tempat ini indah, dan mempunyai ukuran yang sangat tinggi.Setiap tahun kami
            merayakan upacara adat.
A         : Kedengarannya menarik. Kapan perayaan tersebut dilakukan?
B         : Itu terjadi pada bulan Desember.
A         : Berapa panjangnya batu ini?
B         : Sekitar 10-15 meter.
A         : Darimana anda tahu?
B         : Karena masyarakat telah mengukurnya.
A         : Oh, begitu. Terima kasih atas informasinya.
B         : Sama-sama.
 
 
DALAM BAHASA TORAJA
A         : Tabe ambe,bisa raka mi tundui na?
B         : Iyo bisa ,apara tu bica ku tundui komi!
A         : Bisa raka mi jelaskan te batu bori!
B         : Yate inan, mellong sola ampui ukkuran mandu kalando.
den taru acara upacara setiap tahun.
A         : kurange melong, piran ra na dimulai tu upacara?
B         : Yate upacara diparanduk, ke bulan sangpulo dua.
A         : Pira kalandona te batu?
B         : kira-kira 10-15 meter.
A         : Umba minai tandai?
B         : Saba masyarakat kolena tu ukkurai.
A         : Oh, jadi susi to kure sumangai tu informasi mi benna.
B         : pole paraya.

Comments

Popular posts from this blog

MANTRA BUGIS MAKASSAR

MANTRA/  DOANGANG  ( doaG ) ANDI SAHTIANI JAHRIR Mantra sebenarnya lebih sesuai digolongkan ke dalam bentuk puisi bebas, yang tidak terlalu terikat pada aspek baris, rima dan jumlah kata dalam setiap baris. Dari segi bahasa, mantra biasanya menggunakan bahasa khusus yang sukar dipahami. Adakalanya, dukun atau pawang sendiri tidak memahami arti sebenarnya mantra yang hanya memahami kapan mantra tersebut dibaca dan apa tujuannya. Dari segi penggunaan, mantra sangat eksklusif, tidak boleh dituturkan sembarangan, karena bacaannya dianggap keramat dan tabu. Mantra biasanya diciptakan oleh seorang dukun atau pawang, kemudian diwariskan kepada anak keturunan, murid ataupun orang yang ia anggap akan menggantikan fungsinya sebagai dukun. Kemunculan dan penggunaan mantra ini dalam masyarakat Melayu, berkaitan dengan pola hidup mereka yang tradisional dan sangat dekat dengan alam.  Oleh sebab itu, semakin modern pola hidup masyarakat Melayu dan semakin jauh mereka dari ...

PAPPASENG TO UGI

PAPPASENG  BUGIS ( ppes) Pappaseng  berasal dari kata dasar paseng yang berarti  pesan  yang harus dipegang sebagai amanat, berisi nasehat, dan merupakan wasiat yang perlu diketahui dan diindahkan. Pappaseng dalam bahasa Bugis mempunyai makna yang sama dengan  wasiat  dalam bahasa Indonesia.  Pappaseng  dapat pula diartikan  pangaja’  yang bermakna nasihatyang berisi ajakan moral yang patut dituruti.  Dalam tulisan punagi (1983:1) dinyatakan bahwa pappaseng adalah wasiat orang tua kepada anak cucunya (orang banyak) yang harus selalu diingat sehingga amanatnya perlu dipatuhi dan dilaksanakan atas rasa tanggung jawab. Mattalitti (1980:5) juga mengemukakan bahwa  pappaseng  bermakna petunjuk-petunjuk dan nasihat dari nenek moyang orang bugis zaman dahulu untuk anak cucunya agar menjalani hidup dengan baik. Jadi,  pappaseng  adalah wasiat orang-orang tua dahulu kepada anak cucunya (generasi berikutnya) yan...

PAPPASANG TAU MANGKASARAK

diedit oleh: Andi Sahtiani Jahrir Andi  Rifaldi  Rustam Artha Prasetyo S.   Dalam khazanah kesusastraan Makassar, terdapat jenis kesusastraan klasik yang mengandung ajaran moral. Masyarakat pendukungnya menyebut atau menamakan jenis kesusastraan ini dengan nama  pappasang atau sering disingkat  pasang .  Pappasang  ini pada umumnya bernafaskan ajaran moral yang Islami (Rahim, 1995:85). Hal ini dapat dimengerti karena masyarakat Makassar dapat dikatakan seratus persen menganut agama Islam, sehingga sangat wajar di dalam kesusastraannya itupun hal seperti itu banyak terungkap (Yatim, 1983:24).  Pappasang  adalah kata bahasa Makassar yang maknanya sama dengan kata nasihat atau wasiat dalam bahasa Indonesia. Adapun cara penulisan untuk mempermudah memahami  pappasang  dalam buku ini adalah sebagai berikut, a.         Bagian  a , ungkapan secara sempurna dalam aksara lotara dan l...